06/03/14

Menjelajahi Mie Godog Jawa - Surabaya

Entah mengapa beberapa hari belakangan ini, malah sudah dalam satu dua minggu ini saya pinginnya makan Mie Godog Jawa (apa saya gak tinggal di Jawa ya ? ), maksud saya Mie Godog yang bercita rasa Jawa Tengah maksudnya.
Sepeeti gayung bersambut, si Non juga mau mau aja ketika saya ajak hunting dimana tempat makan yang menyediakan Mie yang saya maksud itu.
Eh ternyata......si Non malah sudah menemukan tempat yang lokasinya agak jauh dari tempat kami tinggal, dan ternyata tempat ini atas rokemendasi dari temen si Non, yang katanya ada satu tempat yang menyediakan masakan Jawa, salah satunya Mie Godog itu.
Sore selepas Isya, saya bersama Non langsung menuju ke TKP yang letaknya ada di seputar Ngagel Jaya Utara, meski saya lama juga tinggal di Surabaya, tapi saya untuk menemukan tempat ini ya harus tanya ngalor-ngidol, wong memang bukan daerah jajahan saya ( heheheheh).
Akhirnya berkat kegigihan dan rasa penasaran ingin merasakan gimana sih menu yang direkomendasi kawan Non itu, kita akhirnya menemukan tempat ini disini ini. 
Sampai disana kebetulan pengunjungnya gak ramai, entah memang lagi sepi pengunjung atau memang hari-harinya seperti itu, ah....gak jadi soal buat saya dan Non, untuk tetap masuk dan memesan Bakmi kepinginan saya itu.
Akhirnya kami berdua masuk langsung pesan Bakmi Godog satu porsi dan dua piring nasi puti ( ini adalah cara kami makan dengan menu ngirit sekalian kami gak pingin buang2 sisa makanan, karena sebenarnya porsi perut kami tidak terlalu banyak, cukup sepiring berdua ).
Sambil kami menunggu pesanan kami datang, benar seperti perkiraan kami, biasanya setelah kami masuk ke tempat makan, pasti ada saja pembeli yang datang kemudian setalh kami datang, entah ini hanya kebetulan atau memang sugesti kami, ah.....pokoknya makin ramai membuat kami semakin senang krn banyak orang yang datang.

02/09/13

Menjelajahi Cita Rasa Gunung Kidul

Barangkali ini adalah perjalan kuliner yang paling unik, kenapa saya katakan unik ? karena perjalanan kuliner ini adalah sebab dari saya dan rombongan yang saya ikuti itu sedang melaksanakan tour alami ke Gua Pindul, Gunung Kidul, Jogyakarta.
Tentu dari sebuah perjalanan disuatu daerah, tentu saya dan team yang lain akan disugihi menu khas dari tempat dimana saat itu kita berada, selain bagi mereka adalah menghormati pengunjung yang datang ke daerah mereka, mereka juga sedikit akan bangga menghindangkan menu kuliner yang ada di daerah mereka yang tentu menurut masyarakat disana tidak bisa dengan mudah menu mereka ada diluar daerahnya.
Untuk kami, orang-orang yang siang itu datang ke tempat mereka, mereka menyajikan menu yang benar beda meskipun secara pengalaman sudah pernah atau bahkan dari beberpa kawan telah mencicipi, seperti misalnya Nasi Merah (sego abang)
IMG_2755
Nasi seperti ini jika kita ada di pedesaan hampir tak sulit untuk mendapatkan, tapi jika kita  hidup dan sudah jauh dari pedesaan maka, nasi jeni sini relatif sulit menjelajahinya.
Jadi menemukan ini saya seperti menemukan barang langka yang tentu langsung saya mencicipinya, sampai habis malah harus nambah-nambah lagi, maklum ternyata rasanya hampir saya lupa, gurih dan manis tentunya, tak jauh-jauh dari nasi putih yang biasanya kita santap itu.

27/08/13

Menjelajahi Dewa nDaru - Mayjen Sungkono - Surabaya

Buka puasa Romadhon kemarin sepertinya tidak jauh-jauh beda dengan puasa Romadhon tahun-tahun yang lalu, meski sering dilaksanakan buka puasa dirumah tapi beberapa kali juga kami sekeluarga harus makan diluar, ya karena si Non lagi gak masak atau sekeluarga ingin mencari suasana yang lain selain di rumah.
Kalau gak salah inget, 2-3 hari menjelang selesai puasa Romadhon, kami sekeluarga ingin berbuka puasa diluar rumah, tentu ini yang membuat si mBak dan Adik sangat seneng, lha gak seneng gimana, kalau pas giliran makan keluar pasti anak-anak ini yang paling semangat mendukungnya, hahahahaha.....Mahgrib itu kami sekeluarga ingin menikmati buka puasa di tempat yang menjadi rekomendasi dari si Mbak, karena dia bilang ditempat ini selain ada menu yang familiar juga suasananya yang sangat alami, itulah yang menjadi pertimbangan kami sekeluarga langsung menuju ke Dewa nDaru, disini.
Sampai di tempat ini sebetulnya sudah lewat waktu berbuka puasa, sebab kami sekeluarga sebetulnya sudah membatalkan puasa dengan minum seadanya di rumah, jadi kami tak perlu tergesa-gesa untuk sampai ke tempat ini, lagian kami sudah hafal betul, jika kita tidak prepare dahulu untuk makan maka, akhirnya kita akan menunggu dahulu beberapa saat padahal perut sudah keroncongan ingin segera menyantap makanan, oleh karenanya kita lebih baik minum dulu secukupnya dirumah baru kemudian menuju ke rumah makan.

09/07/13

Menjelajahi Bebek Songkem, Pulau Garam Madura

Pagi setengah siang itu udara tidak panas seperti biasanya, bahkan cenderung mendung seakan menemani perjalanan kami menuju ke "Pulau Garam" saat itu
Seberapa saat perjalanan kami mendung gelap malah sudah terlihat menggantung dilangit didepan kami yang saat itu berangkat berlima, bahkan ketika kami menyeberang di selat Madura lewat JEMBATAN SURAMADU yang kesohor di Indonesia itu  mendung seakan memberi hawa yang teduh di perjalan ini.

Melewati jembatan Suramadu memang memiliki perasaan yang berbeda bukan karena bangga sebagai orang jawa timur yang memiliki jembatan yang panjang ini, tetapi ternyata juga kita sempat tidak membayangkan kalau menyeberang ke plau Madura ini akan relatif lebih cepat ketimbang menggunakan kapal ferry yang waktu itu menjadi angkutan utama ke pulau garam itu.
Dengan jembatan ini paling lama kita butuh waktu kl. 10 menit sudah sampai di pulau yang terkenal dengan karapan sapinya itu, sehingga tidak perlu waktu menunggu lama buat menyebrang.
Sampai di sudut jembatan sisi Madura ini kita langsung disuguhi deretan pedagang-pedagang yang menjual aneka rupa yang berbau khas pulau ini, misalnya saja kita bisa pakaian, pernak-pernik bahkan aneka makanan yang berciri khas Madura.
Mumpung di madura tidak luput rombongan kita membeli aneka pakaian dan pernak-pernik yang dijual setelah pintu keluar jembatan Suramadu.

29/06/13

Menjelajahi Pandan Village - Surabaya TP

Senin tanggal 24 Juni kemarin memang seperti hari biasa, tapi tidk bagi saya dan Non, sebab hari itu  bagi kami berdua adalah hari yang memilki arti, sebuah tanggal yang mengingatkan kami pada 22 tahun yang lalu, dimana kami melakukan ikatan janji setia untuk menjadikan kami menjadi suatu ikatan hati dan cita-cita untuk terwujudnya sebuah keluarga yang sakinah, mawadah dan warochmah.