25/10/21

angkringan Podo Mampir - tak sekedar angkringan

 Ada yang berbeda dari blog ini, yakni dari yang biasanya menulis tetnag jelajah jajan saya serta keluarga tapi, kalim ini saya mencoba menulis tentang olahan menu angkringan yang saya persembahkan buat para penjelajah jajan dimanapun kalian berada, yaitu sajian menu angkringan yang dikemas sedemikian rupa, seperti yang selama ini para penjelajah jajan temui, tapi satu sajian yang menurut saya lain dari hanya sekedar menu angkringan yang akhir-akhir ini menjamur di beberapa tempat.

Tapi sebelum saya menulis tentang menu angkringan yang kita sajikan, lebih dulu saya mencoba menulis beberapa hal diluar menu yang kita sajikan.

Angkringan ini dibesut oleh beberapa kawan, ada mbak Eki sebagai owner dan pencetus ide, ada mbak Ipe dan suami serta mas opan dan carla menantu dan anak saya, yang mulanya mereka itu sebetulnya ada yang pernah buka cafe dan beberapa team yang suka kuliner, dan akhirnya mereka sepakat membuka usaha angkringan yang idenya didapat dari ketika mereka dolan ke Jogja menemukan sebuah bentuk baru dari sebuah angkringan tapi sedikit berbeda dari cara penyajiannya.

Logo Angkringan

Apa yang menjadi daya tarik dari angkringan yang coba kita tawarkan kepada masyarakat pecinta kuliner, atau penjelajah jajan yang bisanya suka sekali berlama-lama duduk sembari mencicipi hidangan ringan di sebuah akringan, yaitu pembeli bisa dengan sesuka hati memilih menu yang kita sajikan beberapa menu yang kita tawarkan ada :

02/06/21

Menjelajahi Pepper Lunch - Pakuwon City Mall

Hampir beberapa tahun saya tidak posting jelajah jajan saya di blog ini, meskipun secara rajin saya lebih posting di tempat yang lain

Sengaja saya posting jelajah jajan kali ini bukan karena apa-apa tapi karena jelajah kali ini bertepatan dengan milad anak saya yang pertama,

Memang setiap kali dikeluarga kami ada yang milad sengaja kami sekeluarga punyan rencana untuk makan diluar, tidak harus makan di tempat yang spesial atau mewah, tapi rasa kebersamaan dan keakraban antar kami dikeluarga ini yang harus kita jaga, salah satunya dengan makan bersama seperti malam ini.

Makan bersama diluar rumah sebetulnya hampir tiap hari , biasanya makan malem, walau hanya di warung-warung pinggir jalan atau depot, setidaknya kami telah membuat acara makan bersama diluar ini sebagai sarana untuk lebih mengakrabkan anggota keluarga

Malam ini acara ultah mbak Ella sengaja tidak diadakan acara khusus tapi hanya diperingati bersama keluarga, saya, istri, dua anakku serta mantu dan cucu, ini saja bagi saya sudah merupakan moment yang sangat membahagiakan untuk keluarga.

Sambil ingin menikmati acara kuliner Pasar malam Tjap Toenjongan sekeluarga mampi dulu di Mall yang ada disampingnya, dan setelah puter-puter beberapa saat kami sekeluarga sepakat untuk mencoba menu yang bagi saya dan Non adalah baru, yaitu di @pepper lunch supermall 


Memang secara menu makanan bagi saya dan Non, hampir dipastikan belum pernah menjelajahi menu model model gini, sebut saja yang saya pesan ini

27/04/21

Menjelajahi (kembali) Gude Yu Djum - Yogyakarta

Sebetulnya jelajah jajan saya ini bisa disebut ketidaksengajaan, lha gimana kok jadi gak sengaja ? ini ceitanya ;
Hari itu bebrapa tahun yang lalu saya berencana pulang ke Surabaya dengan naik kereta api dari Stasiun Tugu Jogja, dari magelang saya berangkat siang aja, selain saya bisa mampir di rumah adik saya yang di jogja, saya juga tak ingin tergesa-gesa ke stasiun karena waktu itu adalah saat liburan panjang, pasti kota Jogja akan ramai, dan kalau sudah gitu pasti jalanan akan ramai dan saya takut terlambat kereta.
Namun sebelum saya pulang saya ingin bawa bekal makanan yang nantinya akan saya nikmati selama perjalanan pulang ke Surabaya, oleh adik saya saya dan Non diajak ke sebuah rumah makan yang tidak asing buat sayam yaitu rumah makan Gudeg Yu Djum, hanya yang menjadi keheranan saya kenapa terdapat Gudeg Yu Djum buka di daerah ini.
Gudeg Yu Djum
Setelah saya masuk dan melihat-lihat kedalam saya terasa tertarik dan design nya sungguh jawa banget.
Tak lupa saat si Non pesan makanan saya sempat bertanya perihal rumah makan ini, oleh seseorang saya dapat jawaban bahwa benar tempat makan ini baru dibuka, sebagai tempat yang disediakan bagi penggemar gudeg Yu Djum yang lokasinya di sekitar daerah itu, yaitu di daerah Mudal, Sleman, Yogyakarta.
Menikmati gudeg yang khas disini sepertinya menikmati klangenan yang selalu muncul disaat saya berada jauh dari kota asalku, Magelang, jadi dengan menikmati gudeg tentu akan membawa suasana yang lain ketimbang menikmati olahan yang lain, meskipun itu tergolong jarang jarang juga dinikmati, apalagi menikmati gudeg yang populair dilidah para penjelajah jajan.
Apalagi saat itu menikmati gudeg ini dengan istri, wah yo seje tentu rasanya, hehehe....
sampai-sampai selain saya sudah menikmati di sana, saya masih juga minta dibungkusin untuk persiapan kalau nanti pas dikereta terserang lapar dan pingin makan.
Jadi hari itu saya benar benar merasa puas, sselain bisa ketemu dengan adik saya yg ada di Jogja juga bisa menikmati Gudeg legendaris di kota asalnya.

20/12/16

Menjelajahi De Oak Cafe Resto and Bakery - Surabaya

Malam itu udara di Surabaya agak dingin, gak tahu kenapa udara sepertinya membuat kami sekeluarga ingin menikmati kesejukan malam itu.
Sepertinya saya jadi inget,  kalau hari itu adalah bertepatan dengan miladnya si Non, jadi sepertinya pas kalau kami ingin suasana lain sembari memperingati miladnya si Non ini dengan sedikit tasyakuran hanya dengan keluarga saja, dan lagi lagi sama anakku si adek di arahkan di sebuah tempat makan yang menurut adik bagus dan view nya sangat cocok kalau dibuat kumpul bersama orang-orang terdekat. Karena tertarik dan ingin membuktikan ajakan si adik maka kami sekeluarga segera menuju ke tempat itu.

Menikmati malam

19/12/16

Menjelajahi TRAVELMIE - Surabaya

Kamis itu biasanya saya dan keluarga biasanya suka makan malem di luar, meski hanya sekedar makan nasi bungkus di warung-warung itu atau di tempat makan yang lain yang tidak sekedar hanya makan untuk berbuka puasa kami.

Tapi anehnya, justru kalau makannya di tempat yang biasanya dipilih sama anak-anak, seperti misalnya malam kemarin itu, anak-anak minta makan di tempat yang menurut mereka itu tempatnya baru dan baru ada satu tempat makan yang secara interiornya hanya ini satu-satunya di Surabaya, yaitu, TRAVELMIE
Ketika masuk

08/12/16

Menjelajahi KOBER Mie Setan - Surabaya

Saya ini sebenernya tak begitu masuk jika harus makan Mie, tidak mie goreng atau kuahm bukan gak doyan, tapi kalau saya boleh memilih mending menu yang lain, kalau saya harus menikmati saya biasanya pilih mie godog, itu saja saya nikmati berdua dengan si non, ya itung2 kalau makan sendiri menu masih sisa ya biar lebih ekonomis saya berdua makannya.
Seperti malam itu, anak-anak mengajak bapak ibunya buat makan malam, padahal kita sudah makan malam, ya hanya karena nyenengke ati anak-anak saya turuti saja ketika anak-anak mengajak kami ke sebuah tempat makan yang menurut saya cocok buat anak-anak muda yang makannya model kekinian gitu, hehehehe...
Akhirnya saya sekeluarga plus satu orang lagi tetangga temen anak-anak yang sudah seperti anak saya sendiri, sampai di KOBER Mie Setan
Ngantri order menu

01/12/16

Menjelajahi Bebek Tepi Sawah, Surabaya

Sebetulnya acara jelajah jajan ini sudah lumayan cukup lama, yakni ketika kami melaksanakan syukuran keluarga dalam rangka genap 25 tahun usia perkawinan saya dengan si Non 24 Juni yang lalu.
Sayang kalau moment ini dilewatkan begitu saja, apalagi jelajah jajan ini kami pilih tempat yang menurut kami terhitung spesial, yakni di Bebek Tepi Sawah yang berlokasi di Jl. Darmokali No.50-Surabaya.
Didepan Lobby Bebek Tepi Sawah

18/11/16

Menjelajahi "Gurami " SAS cafe and resto - Surabaya

Menuju lokasi ini pada malam hari seakan kita tak percaya bahwa jalan yang tadinya kelihatan "agak kumuh" tiba-toba di ujung jalan ini kita akan menemukan satu tempat makan yang nyaman.
Seperti tag line yang diusung oleh tempat makan ini " Village on the city " maka benar disini akan ditemukan suasana yang tenang, jauh dari hiruk pikuk kota Surabaya.
Tempat hiburan sekaligus restoran yang awalnya dikonsep untuk menjadi tempat istirahat bagi pengunjung bengkel untuk menunggu sekalian service kendaraannya ini membuat pengunjung akan merasa nyaman, apalagi malam itu malam minggu, pengunjungakan disguhi live music akustik yang terdengar indah menambah romantisme bagi para pengunjunnya.
Tempat yang alami dengan sorotan lampu yang minimal tentu akan menambah suasana menjadi lebih indah khususnya para pengunjung remaja yang hadir malam itu.
Beberapa menu disajikan disana, tapi malam itu kami sekeluarga memesan menu tradisional yang dikemas dalam menu "berempat" dan ditambahi "menu berdua" dan ini sebagian dari isi menu yang kami pesan malam itu.

28/09/14

Menjelajahi Sop Ayam Babon - Surabaya

Sudah lama kami sekeluarga tidak keluar untuk menjelajahi jajan di kota ini, sejak hampir 5 bulan lebih kegiatan saya tersita dengan kerepotan membenahi rumah yang kami tinggali.
Kamis malam kemarin saya sekeluarga baru mengawali jelajah jajan ini dengan menikmati jajanan kuliner yang lumayan jauh dari tempat kami tinggal, di Surabaya Timur, tepatnya di daerah Klampis.
Tempat jajan ini kemi jelajahi karena Non siangnya  sudah menikmati menu disini dengan kawan-kawan kantornya, karena menurut Non ini enak dan perlu dicoba, maka sore selepas maghrib saya ajak anak-anak meluncur ke sana, ya hitung-hitung sekalian berbuka.
Lokasi  tempat makan ini sebetulnya tidak asing lagi bagi saya dan Non, karena hampir sering kami melewati arah jalan ini jika saya janjian untuk menjemput jika pulang kerja, yaitu Klampis Jaya.
Tempat ini terbilang lumayan ramai, menempati sisi barat jalan Klampis jaya yang ramai, tempat makan tersebut menempati persis di pojokan barat jalan menuju asrama haji Sukolilo, Surabaya.
Persisnya disebelah utara Bakso kepala sapi, tempat makan yang menyediakan jenis makanan yang menurut hemat saya terbilang langka, yaitu Sop Ayam Babon khas Klaten.
Saya penasaran dengan label ayam "babon", apakah betul seperti yang saya tahu bahwa Babon itu berarti indukan ayam betina yang menjadi ayam petelor ? saya tak mendapat jawabannya tapi setidaknya itu menuehherut Non adalah bener, heheh

03/04/14

Menjelajahi Bakmi Jogja "Trunojoyo" - Surabaya

Malam selepas Maghrib kami menuju ke Jalan Kutai, menuju pojok Jalan ini sebelah Barat, tepatnya di Jalan Mongonsidi, dimana disini anda akan menjumpai sebuah tempat makan yang menurut hemat kami cukup representatif.
Sebetulnya saya kesini sudah yang kedua kalinya, yang pertama kami datang pada waktu tempat makan ini sudah habis, padahal kami sekeluarga datang belum malam banget, tapi oleh petugas diberitahu kalau sudah habis, inilah yang membuat saya penasaran, seperti apa menu yang disediakan, kok segini sore udah habis.
Sampai ditempat kami mangambil duduk paling belakang, karena selain tempatnya yang "terbuka" juga karena kami sekeluarga ingin suasana agak tenang, dan di bagian belakang dari rumah makan ini sangatlah cocok.
Sebentar kami duduk, langsung kami disodori menu makanan, dan berempat kami pesan menu yang berbeda meski serupa,denga begitu kita masing-masing bisa saling mencicipi, karena anak-anak sukanya nasi goreng ya mereka  pasti pesan itu.
Nasi goreng dengan ditambah telor adalah menu yang disukai oleh adik, makanya ketika didori menu makanan  dia langsung pesan yang ini.
Menu nasi goreng itu menur,saya hampir sama, dibikin model apa saja rasanya gak jauh-jauh beda, tapi jika para penyuka kuliner yang menginginkan nasi goreng yang jawa tengah taste, yang ini bisa menjadi pilihan alternatif lidah anda.

06/03/14

Menjelajahi Mie Godog Jawa - Surabaya

Entah mengapa beberapa hari belakangan ini, malah sudah dalam satu dua minggu ini saya pinginnya makan Mie Godog Jawa (apa saya gak tinggal di Jawa ya ? ), maksud saya Mie Godog yang bercita rasa Jawa Tengah maksudnya.
Sepeeti gayung bersambut, si Non juga mau mau aja ketika saya ajak hunting dimana tempat makan yang menyediakan Mie yang saya maksud itu.
Eh ternyata......si Non malah sudah menemukan tempat yang lokasinya agak jauh dari tempat kami tinggal, dan ternyata tempat ini atas rokemendasi dari temen si Non, yang katanya ada satu tempat yang menyediakan masakan Jawa, salah satunya Mie Godog itu.
Sore selepas Isya, saya bersama Non langsung menuju ke TKP yang letaknya ada di seputar Ngagel Jaya Utara, meski saya lama juga tinggal di Surabaya, tapi saya untuk menemukan tempat ini ya harus tanya ngalor-ngidol, wong memang bukan daerah jajahan saya ( heheheheh).
Akhirnya berkat kegigihan dan rasa penasaran ingin merasakan gimana sih menu yang direkomendasi kawan Non itu, kita akhirnya menemukan tempat ini disini ini. 
Sampai disana kebetulan pengunjungnya gak ramai, entah memang lagi sepi pengunjung atau memang hari-harinya seperti itu, ah....gak jadi soal buat saya dan Non, untuk tetap masuk dan memesan Bakmi kepinginan saya itu.
Akhirnya kami berdua masuk langsung pesan Bakmi Godog satu porsi dan dua piring nasi puti ( ini adalah cara kami makan dengan menu ngirit sekalian kami gak pingin buang2 sisa makanan, karena sebenarnya porsi perut kami tidak terlalu banyak, cukup sepiring berdua ).
Sambil kami menunggu pesanan kami datang, benar seperti perkiraan kami, biasanya setelah kami masuk ke tempat makan, pasti ada saja pembeli yang datang kemudian setalh kami datang, entah ini hanya kebetulan atau memang sugesti kami, ah.....pokoknya makin ramai membuat kami semakin senang krn banyak orang yang datang.

02/09/13

Menjelajahi Cita Rasa Gunung Kidul

Barangkali ini adalah perjalan kuliner yang paling unik, kenapa saya katakan unik ? karena perjalanan kuliner ini adalah sebab dari saya dan rombongan yang saya ikuti itu sedang melaksanakan tour alami ke Gua Pindul, Gunung Kidul, Jogyakarta.
Tentu dari sebuah perjalanan disuatu daerah, tentu saya dan team yang lain akan disugihi menu khas dari tempat dimana saat itu kita berada, selain bagi mereka adalah menghormati pengunjung yang datang ke daerah mereka, mereka juga sedikit akan bangga menghindangkan menu kuliner yang ada di daerah mereka yang tentu menurut masyarakat disana tidak bisa dengan mudah menu mereka ada diluar daerahnya.
Untuk kami, orang-orang yang siang itu datang ke tempat mereka, mereka menyajikan menu yang benar beda meskipun secara pengalaman sudah pernah atau bahkan dari beberpa kawan telah mencicipi, seperti misalnya Nasi Merah (sego abang)
IMG_2755
Nasi seperti ini jika kita ada di pedesaan hampir tak sulit untuk mendapatkan, tapi jika kita  hidup dan sudah jauh dari pedesaan maka, nasi jeni sini relatif sulit menjelajahinya.
Jadi menemukan ini saya seperti menemukan barang langka yang tentu langsung saya mencicipinya, sampai habis malah harus nambah-nambah lagi, maklum ternyata rasanya hampir saya lupa, gurih dan manis tentunya, tak jauh-jauh dari nasi putih yang biasanya kita santap itu.

27/08/13

Menjelajahi Dewa nDaru - Mayjen Sungkono - Surabaya

Buka puasa Romadhon kemarin sepertinya tidak jauh-jauh beda dengan puasa Romadhon tahun-tahun yang lalu, meski sering dilaksanakan buka puasa dirumah tapi beberapa kali juga kami sekeluarga harus makan diluar, ya karena si Non lagi gak masak atau sekeluarga ingin mencari suasana yang lain selain di rumah.
Kalau gak salah inget, 2-3 hari menjelang selesai puasa Romadhon, kami sekeluarga ingin berbuka puasa diluar rumah, tentu ini yang membuat si mBak dan Adik sangat seneng, lha gak seneng gimana, kalau pas giliran makan keluar pasti anak-anak ini yang paling semangat mendukungnya, hahahahaha.....Mahgrib itu kami sekeluarga ingin menikmati buka puasa di tempat yang menjadi rekomendasi dari si Mbak, karena dia bilang ditempat ini selain ada menu yang familiar juga suasananya yang sangat alami, itulah yang menjadi pertimbangan kami sekeluarga langsung menuju ke Dewa nDaru, disini.
Sampai di tempat ini sebetulnya sudah lewat waktu berbuka puasa, sebab kami sekeluarga sebetulnya sudah membatalkan puasa dengan minum seadanya di rumah, jadi kami tak perlu tergesa-gesa untuk sampai ke tempat ini, lagian kami sudah hafal betul, jika kita tidak prepare dahulu untuk makan maka, akhirnya kita akan menunggu dahulu beberapa saat padahal perut sudah keroncongan ingin segera menyantap makanan, oleh karenanya kita lebih baik minum dulu secukupnya dirumah baru kemudian menuju ke rumah makan.

09/07/13

Menjelajahi Bebek Songkem, Pulau Garam Madura

Pagi setengah siang itu udara tidak panas seperti biasanya, bahkan cenderung mendung seakan menemani perjalanan kami menuju ke "Pulau Garam" saat itu
Seberapa saat perjalanan kami mendung gelap malah sudah terlihat menggantung dilangit didepan kami yang saat itu berangkat berlima, bahkan ketika kami menyeberang di selat Madura lewat JEMBATAN SURAMADU yang kesohor di Indonesia itu  mendung seakan memberi hawa yang teduh di perjalan ini.

Melewati jembatan Suramadu memang memiliki perasaan yang berbeda bukan karena bangga sebagai orang jawa timur yang memiliki jembatan yang panjang ini, tetapi ternyata juga kita sempat tidak membayangkan kalau menyeberang ke plau Madura ini akan relatif lebih cepat ketimbang menggunakan kapal ferry yang waktu itu menjadi angkutan utama ke pulau garam itu.
Dengan jembatan ini paling lama kita butuh waktu kl. 10 menit sudah sampai di pulau yang terkenal dengan karapan sapinya itu, sehingga tidak perlu waktu menunggu lama buat menyebrang.
Sampai di sudut jembatan sisi Madura ini kita langsung disuguhi deretan pedagang-pedagang yang menjual aneka rupa yang berbau khas pulau ini, misalnya saja kita bisa pakaian, pernak-pernik bahkan aneka makanan yang berciri khas Madura.
Mumpung di madura tidak luput rombongan kita membeli aneka pakaian dan pernak-pernik yang dijual setelah pintu keluar jembatan Suramadu.

29/06/13

Menjelajahi Pandan Village - Surabaya TP

Senin tanggal 24 Juni kemarin memang seperti hari biasa, tapi tidk bagi saya dan Non, sebab hari itu  bagi kami berdua adalah hari yang memilki arti, sebuah tanggal yang mengingatkan kami pada 22 tahun yang lalu, dimana kami melakukan ikatan janji setia untuk menjadikan kami menjadi suatu ikatan hati dan cita-cita untuk terwujudnya sebuah keluarga yang sakinah, mawadah dan warochmah.

21/04/13

Menjelajahi Soto Rujak, di Pekan Budaya Banyuwangi

Ada yang menggelitik perasaan saya ketika malam itu saya ingin menyaksikan sebuah pentas seni budaya Daerah Banyuwangi.
Diantara banyak tenda-tenda yang memamerkan segala macam produk andalan kota Banyuwangi ada salah satu yang sangat mengusik emajiner kuliner saya yaitu, pojok kuliner yang menyajikan makanan yang baru kali itu saya mengetahui, disana di tampilkan makanan khas kota "Blambangan" ini yaitu ; SOTO RUJAK.
Mengapa feel kuliner saya terusik ?, disudut atas sebuah ruangan tertulis nama jenis makanan yang menurut saya pasti ini sangat sensasional.
Untuk mengobati rasa penasaran saya maka langsung mencoba menjelajahi makanan yang tergolong khas dari beberpa makanan yang ada di Indonesia ini.
 

06/03/13

Menjelajahi Soto Semarang di Magelang


Jauh hari dulu ketika saya pulang mudik saya Non, Adik saya dan dik Amink pernah sarapan pagi di sebuah tempat makan yang baru saat itu saya mengetahui.
Tenpat makan ini sebetulnya yang merefensi adalah dik Amik, yang katanya makanan disini tergolong enak, yaitu Soto Semarang.
Mendengar kata soto saja saya sudah tertarik, memang makanan ini kalau pas pulang di Magelang pasti dan tidak akan kelewatan akan menyantap soto,apalagi keluarga kami punya tempat langganan jika sedang makan soto, kalau tidak di belakang SMAN 1 atau di depan Hotel Pringgading itu favorit kami. hanya saja soto yang kali ini adalah soto semarang.
Saya hampir  lupa juga dengan bagaimana cita rasa menu soto semarang ini, karena saya sudah lama sekali tidak pernah menjelajahi soto khas Semarang ini, pernah dulu ketika adik saya kuliah di Semarang saya hamper mencicipi soto Semarang karena kebetulan tempat kost adik saya dekat dengan penjual Soto yang khas Semarang itu.
Sambil mengingat-ingat bagaimana rasanya kami sudah sampai di sebuah rumah makan yang letaknya ada di jalan yang dulunya hamper  sepi dari orang usaha makanan, tapi tahun-tahun belakang ini jalan tersebut telah dipenuhi dengan orang membuka tempat makan, salah satunya ini adalah SOTO SEMARANG di jalan Sriwijaya.